AGAR TIDAK SHOCK MENGENAI #CULTURE PALEMBANG

Hallo sahabat desa coding, karena sesuatu hal, anda harus pindah tempat tinggal ke Palembang. Bisa jadi karena mutasi atau promosi pekerjaan, ikut suami, sekolah atau pun hal-hal lainnya. Lalu bagaimana? Kenapa harus pindah sih? Terus kenapa harus Palembang? Eits, jangan buru-buru putus asa atau merasa dunia sudah kiamat. Tahukah anda kalau Palembang termasuk Tujuh kota yang paling nyaman ditinggali di Indonesia? Bukan suatu hal yang tidak mungkin ketika anda tinggal di Palembang anda malah jatuh cinta dengannya.

Pindah ke kota yang baru berarti anda harus mengantisipasi beberapa hal. Beberapa hal yang crucial antara lain adalah perlunya belajar mengingat jalan di Palembang agar tidak tersasar, perlunya beradaptasi dengan cuaca di Palembang yang lumayan panas menyengat, dan yang tidak kalah penting adalah perlunya mengenali kemudian menyesuaikan diri dengan budaya dan kebiasaan yang berlaku di Palembang sehingga anda tidak mengalami #CultureShockPalembang terlalu parah.

Eh terus apa sih sebenarnya makhluk bernama Culture Shock itu? Menurut Wikipedia, culture shock adalah perasaan terkejut yang dirasakan seseorang karena tinggal di sebuah tempat yang kebudayaannya lain sama sekali dengan di tempat asal. Nah, karena Palembang masih di Indonesia, #CultureShockPalembang seharusnya tidak membuat anda jantungan sampai stadium tiga ya. Namun, tidak ada salahnya anda mengenali kebiasaan-kebiasaan umum yang berlaku di Palembang agar #CultureShockPalembang bisa anda minimalisir. Here we go!

1.Orang Palembang kalau berbicara agak kasar dengan nada tinggi (kayag teriak), memangnya tinggal di hutan?

Konon dulu-dulu-dulunya, wilayah Palembang masih banyak hutannya, rumah satu penduduk dengan lainnya berjauhan sehingga kalau ingin berbicara nadanya harus tinggi agar kedengaran. Nah, meskipun tipikal gaya orang Palembang khususnya, dan Sumatera umumnya bila berbicara nadanya agak keras, namun sesungguhnya orang Palembang rata-rata baik hati pun tidak sombong.

2. Naik angkot di Palembang jarak jauh atau dekat kog sama tarifnya? Ngabisin bensinnya kan beda!

Di Jakarta, ketika naik mikrolet atau metro mini, penumpang biasanya bisa membayar sesuai jarak. Bila jauh bayar full, kalau dekat boleh membayar setengahnya saja. Sayangnya di Palembang hal ini tidak berlaku. Naik angkot sejauh 1 meter bayarnya tetap sama dengan naek angkot sejauh 1 KM :)

3. Make yourself safe. Perhiasan Emas untuk sehari hari di Palembang IS A HUGE BIG NO.

Orang Palembang memakai perhiasan emas cuma untuk ke kondangan saja. Selebihnya sebaiknya dilepas untuk menjaga keamanan diri sendiri.

4. Mengenai Uang. {Tengah duo ratus} setara dengan 150. {Tengah duo ribu} setara dengan 1500.

“harga sayur satu ikat berapa?”tanya anda di sebuah pasar tradisional di Palembang

“OH itu tengah duo ribu” jawab sang penjual.

Maka anda harus membayar 1.500 rupiah :)

5. Orang Palembang biasa makan pempek sambil {Ngirup cuko} (menghirup cuka atau meminum cuka) dan bukan cuma dicocol saja.

Orang Palembang sangat menggemari cuka pempek. Ketika mencocol cuka saja tidak cukup, MEREKA MEMINUMNYA. :)

6. Beberapa orang Palembang menganggap kata-kata {KAU} biasa digunakan. Beberapa Orang lainnya menganggap Kata-kata {KAU} agak ‘kasar’ meskipun dengan yang sebaya. Gunakan {Kamu} agar aman dalam pergaulan.

7. Beberapa orang Palembang juga mengganti kata ganti {aku} dengan {kami}.

Dalam Bahasa Indonesia, kata kami adalah kata ganti mengacu pada beberapa orang (Jamak) sedangkan aku kata ganti untuk satu orang (tunggal). Namun ada sebagian orang Palembang menyebut dirinya dengan KAMI meskipun mengacu pada satu orang, karena dirasa lebih halus penggunaannya daripada AKU.

8. {Katek} dengan {dak katek} memiliki arti yang sama yaitu {tidak ada}. {katek-katek} adalah bahasa Palembang untuk {Omong Kosong}

Katek, dak katek dengan katek-katek sering dipergunakan dalam bahasa pergaulan sehari-hari. Sangat baik bila anda tahu artinya sehingga tidak terjebak dalam penggunaannya.

9. Budak artinya anak-anak dan bukan budak pada buruh. {Budak Betino} artinya anak perempuan. {Budak Lanang) artinya Anak Laki-laki.

Tentu saja Perbudakan dalam arti sebenarnya- resmi dilarang di Palembang.

10. Kenapa orang Palembang makan Pempek BUAT SARAPAN???

Pempek adalah you-can-eat-anytime-food. Orang Palembang biasa makan pempek sebagai sarapan, makan siang, makan malam, ataupun camilan.

11. “Hai Halo. Namo sayo Reno. Sayo Wanito. Hobi sayo samo suamo belanjo.”

Caution : Tidak semua bahasa Palembang diakhiri dengan O!

Contoh : Wanita tetaplah Wanita dan bukan Wanito. Mereka tetap Mereka dan bukan Mereko. Saya tetap saya dan bukan sayo.

12. Orang Palembang tidak mengerti istilah Makan Tengah. Makan tengah di Palembang namanya {dihidang}

13. Bila membawa kendaraan di Palembang, ketika akan belok atau menyeberang, daripada sabar menunggu mobil lain untuk memberi anda jalan, anda yang harus memiliki inisiatif untuk ‘berani maju’. Ga mau kan lama-lama di pertigaan karena ga dikasih kesempatan buat belok?

14. Beberapa angkot dan Bis Kota di Palembang musiknya ajeb ajeb seperti diskotik berjalan.

15.Harga Nasi Ayam saat ini adalah 15 ribu. Harga Nasi telur 11 Ribu.

16. Di Palembang wanita muda dipanggil {ayuk} . Wanita tua atau setengah baya cukup dipanggil {ibu}. {Uwak} adalah panggilan untuk paman atau bibi. {nenek} adalah panggilan untuk nenek atau kakek.

17. Es campah adalah nama lain dari Air Putih Dingin yang didalamnya dicelupkan ES batu.

18. {Dicampah-in} adalah nama lain dari Dikacangin atau Di-abai-kan.

Daaan.. orang Palembang sangat tidak suka dicampahin.

19. {Belum sudah} artinya {Belum Selesai}.

20. Pesta perkawinan di Palembang masih menggunakan acara kata sambutan, tari-tarian, nyanyi-nyanyian dsb. Masih disediakan banyak kursi untuk para tamu undangan duduk, sementara Standing Party belum terlalu populer disini.

21. {lemak} artinya enak. {Dak lemak} artinya {tidak enak} Sehabis makan ngomong {Lemak Nian oy} artinya {Enak banget euy}.

22. {Tembok} adalah gayung buat mengambil air.

23. Telekung adalah Mukena perlengkapan salat untuk wanita.

24. Palembang beberapa kali mendapatkan Adipura penghargaan sebagai salah satu kota paling bersih di Indonesia. Warganya juga enggan membuang sampah sembarangan. Plis tinggalkan kebiasaan membuang sampah sembarangan bila sudah di Palembang ya.

Share This

Facebook Twitter Google
  • By admin
  • September 17, 2015 17:04 PM
  • 0
  • 413

Comments 0

Leave a Comment