RAGAM SEWET KAIN KHAS PALEMBANG

Palembang menyimpan beragam kekayaan seni, budaya dan tradisi. Salah satunya tekstile, kota pempek memang terkenal dengan kain tradisionalnya songket, sang ratunya kain. Selain songket, Palembang juga memiliki banyak jenis kain. Orang Palembang sendiri menyebut kain dengan nama “sewet”.

Jadi desa coding ingin memberi info seputar palembang.

Jenis kain tradisional khas Palembang:

1. SONGKET

Hampir setiap orang pasti mengenal “sewet” atau kain Songket. Kain khas Palembang ini, telah menjadi primadona di masyarakat bukan saja kerena pengerjaannya yang rumit, tapi karena keindahan yang mengagumkan.

Kain songket Palembang terkenal dengan kehalusan dan keanggunan motif dan karya seni yang nilainya cukup mahal. Songket biasanya hanya dipakai sebagai pakaian pengantin, acara pernikahan, hajatan, atau acara resmi, ditemani dengan kebaya atau baju kurung lengkap dengan selendangnya.

Namun kini Songket sudah menjadi bagian sehari-hari kehidupan masyarakat Palembang, karena kain yang ditenun secara teliti serta mengunakan bahan benang emas ataupun sutra, sudah digunakan menjadi pakaian yang bisa dipakai sehari-hari, baik untuk wanita maupun pria. Tak hanya designer kota Palembang, designer kenamaan Indonesia bahkan menggunakan songket sebagai ciri khas karyanya.

Pakaian pengantin lengkap yang digunakan oleh pengantin wanita dan pria di Palembang disebut dengan Aesan Gede (kebesaran), Aesan Penganggon (Paksangko), Aesan Selendang Mantri, Aesan Gandek (Gandik) dan sebagainya. Songket ini pun harganya mulai dari 1 juta hingga puluhan juta. Semakin tua umur songket semakin mahal pula harganya.

Macam-macam Kain Songket

-Songket benang emas Lepus dan warna-warni
-Songket benang emas Lepus Biasa
-Songket benang emas Lepus Jando Beraes
-Songket benang Jando Penganten
-Songket benang emas Bungo Inten
-Songket benang emas Tretes Midar atau Bidar
-Songket benang emas pulir Biru
-Songket emas Kembang Siku Hijau
-Songket benang emas Bungo Cino
-Songket benang Pacik
-Songket benang emas Cukitan

2. TAJUNG & BLONGSONG

Kain tajung atau dikenal juga dengan sarung tajung adalah kain yang khusus di pakai untuk laki-laki, kalau wanita ada kain Tajung khususnya pula yang disebut dengan kain Tajung Blongsong.

Pembuatan kain Tajung relatif mudah, memilih benang sebagai bahan dasar pembuatan kain, lalu proses pewarnaan sekitar 30 menit, kemudian benang yang telah diwarnai dijemur hingga kering dan setelah kering dan warna tercipta, benang ini pun dipintal. Baru dilanjutkan dengan proses penenunan dan biasanya dibutuhkan waktu sekitar 2 hari menyelesaikannya.

Kain Blongsong sendiri juga ada memadukan motif songket dan dikenal dengan nama Blongket atau Blongsong Songket. Pengerjaannya hampir sama dengan songket tapi lebih cepat karena blongket di tenun ditenun dengan benang biasa (sutera) sedangkan songket memakai benang emas. Harga kain tajung ataupun blongsong ini berkisar antara Rp. 250 ribu – 700 ribuan.

Macam-macam kain Tajung

-Limar
-Limar Patut
-Petak-petak berwarna
-Gerbik
-Blongsong (khusus wanita)

3.KAIN PELANGI ATAU JUMPUTAN

Kain tenun Pelangi atau Jumputan ini sangat terkenal, beraneka ragam dan sangat indah. Kerajinan tenun ini dihasilkan dengan cara menjumput atau mengikat kain dengan erat (tie and dye) lalu mencelupkan kain dengan aneka jenis warna lalu direbus, setelah itu kain dilepaskan dari ikatan dan dijemur.

Kain jumputan ini biasanya dijual lengkap mulai kain bagian bawah, bagian atas, dan selendang. Biasanya untuk satu set ini, dijual dengan satu tema warna saja. Umumnya kain jumputan berbahan dasar sutera.

Macam-macam kain Tajung

-Bintang lima
-Bintik lima
-Kembang janur
-Cuncung (terong)
-Bintik sembilan
-Bintik tujuh
-Bintik-bintik.

4. KAIN PRADA

Kain Peradan atau disebut juga kain Prada juga menjadi salah satu kain tradisional Palembang. Di Palembang umumnya kain Prada menggunakan bahan organdi. Kain yang sudah jadi lengkap dengan motif khas Palembang lalu di Prada.

Teknik Prada ini dimulai dengan pemberian lem pada motif lalu dijemur, setelah barulah memberikan cat emas khusus dengan menggunakan alat khusus di seluruh motif kain, kemudian dijemur kembali. Proses produksi kain Prada ini membutuhkan sekitar 3 hari, tergantung dari cuaca.

5. KAIN BATIK PALEMBANG

Batik adalah warisan budaya asal Indonesia. Seperti di Jawa, Palembang juga memiliki kain Batik. Tapi motif Batik Palembang sangat berbeda dengan Batik Jawa. Bahkan perbedaan juga dari cara membuat Batik.

Jika cara mem-Batik Jawa, kain cukup di sampirkan lalu langsung di batik, namun di Palembang kain harus dibentang dengan kencang baru bisa di batik. Batik Palembang kebanyakan berbahan dasar kain sutra dan semisutra.

Macam-macam motif kain Batik Palembang

-Lasem
-Bunga teh
-Kembang jepri
-Sisik ikan
-Gribik
-Encim
-Kembang bakung
-Kerak mutung
-Sembagi
-Salahi

Jika ingin berburu kain tradisional Palembang bisa mencari di sentra pengrajin Songket dan Tenun Palembang di kawasan Makrayu, Tanggo Buntung, 1 Ilir atau bahkan hingga di Tanjung Batu, Ogan Ilir. Jika tidak ingin kerepotan bisa mencarinya di kawasan Ilir Barat Permai tepatnya di sebelah Ramayana Palembang.

Semoga beberapa info dari desa coding tentang, RAGAM SEWET KAIN KHAS PALEMBANG bermanfaat yah.

 

Share This

Facebook Twitter Google
  • By admin
  • January 2, 2016 14:13 PM
  • 0
  • 462

Comments 0

Leave a Comment